phone Phone
+62318536552
close
menu

CV. Orient Tech

sql
Filter Air Softener Boiler 24x72 In Manual
Hover to Zoom

Jual Filter Air Softener Boiler 24x72 In Manual



Spesifikasi Filter Air Softener Boiler 24x72 In Manual

Filter Air Softener 24x72 In FRP Manual

Kapasitas produksi 5m3 / jam

Spesifikasi :

  • Tabung FRP ukuran 24 in x 72 in

  • Operasional filter manual

  • Bak regenerasi garam

  • Media garam regenerasi

  • Pompa Regenerasi

  • Media softener 

  • Strainer atas dan bawah

Air-pelunakan (water softening) adalah suatu proses yang berfungsi sebagai penurunan konsentrasi kalsium, magnesium, dan ion lainnya di dalam kategori air keras (hard water).  Ini “ion kekerasan” (hard-ions) dapat menyebabkan berbagai efek yang tidak diinginkan termasuk mengganggu dengan tindakan sabun, membangun dari limescale (Limescale adalah kerak putih, yang bisa ditemukan dalam ketel, pipa air panas boiler.

Hal ini juga sering ditemukan sebagai kerak yang sama pada permukaan bagian dalam dari pipa-pipa tua dan permukaan lain di mana “air keras” telah menguap.), yang dapat membuat busuk pipa, dan korosi galvanik.  Namun, air keras juga dapat memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan dengan menyediakan kalsium dan magnesium dan mengurangi kelarutan berpotensi beracun dari ion logam tersebut dan tembaga.

Metode Water Softening
Metode yang digunakan umumnya mengandalkan pada cara penghapusan dari Ca2 + dan Mg2 + dari larutan atau penyerapan ion ini, proses yang digunakan yaitu mengikat mereka untuk sebuah molekul yang menghilangkan kemampuan mereka untuk membentuk skala atau mengganggu deterjen. Penghapusan ini dicapai dengan pertukaran ion dan dengan metode presipitasi. Penyerapan memerlukan penambahan senyawa kimia yang disebut penyerapan (atau chelating) agen.
Sejak Ca2 + dan Mg2 + ada sebagai garam terbang (ion ringan), mereka dapat dihilangkan dengan penyulingan air, tapi distilasi terlalu mahal biayanya pada kebanyakan kasus hard water, makanya lebih banyak menggunakan proses suling.

Resin pertukaran ion
Pertukaran ion natrium bahan mengandung ion (Na +) yang terikat dan elektrostatis yang siap digantikan oleh ion kekerasan seperti Ca2 + dan Mg2 +.  Pertukaran ion resin polimer organik yang mengandung gugus fungsional anionik yang Na + terikat. Mineral yang disebut zeolit ​​juga menunjukkan sifat pertukaran ion, mineral ini banyak digunakan dalam deterjen.

Cara Kerja
Air harus diperlakukan melewati filter resin. Resin bermuatan negatif akan menyerap dan mengikat ion logam yang bermuatan positif. Resin awalnya mengandung univalen (1 +) ion, paling sering sodium, tetapi kadang-kadang juga hidrogen (H +) atau kalium (K +). Divalen kalsium dan magnesium ion dalam air mengganti ion ini menjadi univalen, yang dilepaskan ke air. The “keras” air (hard water), semakin hidrogen, ion natrium atau kalium yang dilepaskan dari resin dan masuk ke dalam air.
Resin juga tersedia untuk menghilangkan ion karbonat, bi-karbonat dan sulfat yang diserap dan ion hidroksil yang dilepaskan dari resin. Kedua jenis resin dapat memberikan efek pelembut air tunggal.

Proses Regenerasi
Kapasitas resin secara bertahap akan mencapai ke titik kelelahan (jenuh) dan akhirnya hanya mengandung ion divalen, Mg2 + dan Ca2 + untuk resin pertukaran kation, dan resin anion SO42-untuk pertukaran. Pada tahap ini, resin harus diregenerasi. Jika resin kationik digunakan (untuk menghilangkan ion kalsium dan magnesium) maka regenerasi biasanya dilakukan dengan melewatkan air garam terkonsentrasi, biasanya natrium klorida atau kalium klorida, atau larutan asam klorida. Untuk resin anionik, regenerasi biasanya menggunakan larutan natrium hidroksida atau kalium hidroksida. Dalam skala industri, aliran limbah efluen dari proses pembuangan re-generasi dapat memicu pada suatu skala nilai yang dapat mengganggu sistem pembuangan limbah.

Dampaknya hard water (air keras) bagi kesehatan manusia

Efek natrium
Bagi orang-orang pada diet rendah natrium, peningkatan kadar natrium dalam air bisa signifikan, terutama ketika merawat air yang sangat keras. Sebagai contoh:
Seseorang yang minum dua liter (2L) dari air yang termasuk dalam soft water (asumsikan menerima asupan 30 gpg), maka dengan takaran yang sama dan menggunakan hard water diperkirakan akan mengkonsumsi sekitar 480 mg sodium lebih (2L x 30 gpg x 8 mg / L / gpg = 480 mg). Perbandingan ini sangat terlihat jauh sekali perbedaannya.

The American Heart Association (AHA) menunjukkan bahwa setidaknya 3 persen dari populasi saat ini masih mengkonsumsi jumlah dari berat garam yang telah ditentukan, dimana seharusnya jumlah garam yang dikonsumsi tidak lebih dari 400 mg sodium per hari.  AHA menunjukkan bahwa tidak lebih dari 10 persen dari asupan sodium datang dari air.  Draft pedoman EPA 20 mg / L untuk air melindungi orang-orang yang paling rentan.

Kebanyakan orang yang peduli dengan kadar natrium dalam air umumnya memiliki salah satu keran di rumah yang menggunakan pelembut air (water softener), atau memiliki Reverse Osmosis  system yang dipasang untuk air minum dan air masak, yang dirancang untuk desalinisation air laut.

Kalium klorida memang bisa digunakan sebagai pengganti natrium klorida, dimana yang memiliki manfaat tambahan membantu menurunkan tekanan darah, namun sangat mahal biayanya. Namun dengan cara seperti inipun harus dilakukan dengan hati-hati karena kadar kalium tinggi yang berbahaya dan dapat mengakibatkan komplikasi seperti aritmia jantung, meskipun orang dengan fungsi ginjal normal harus mengkonsumsi sejumlah besar kalium untuk mengembangkan hiperkalemia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan download PDF ini :